Hoby (1)
Minat Baca (1)
Teknologi (1)
Warta Pustaka (3)









• 29 Desember 2021
Pelatihan Penelusuran Mahasiswa






Beranda » Warta Pustaka » Perpustakaan Digital Jadi Keharusan, Konten Video dan Audio Juga Dibutuhkan

Kamis, 23 Desember 2021 - 15:21:22 WIB
Perpustakaan Digital Jadi Keharusan, Konten Video dan Audio Juga Dibutuhkan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Warta Pustaka - Dibaca: 306 kali

AKURAT.CO, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berperan sebagai backbone dalam upaya mewujudkan visi Presiden Joko Widodo untuk menciptakan SDM Unggul.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Utama STIK-PTIK Lemdiklat Polri, M. Arsal Sahban, dalam kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) dan Siber yang berlangsung secara hybrid, pada Senin, (20/12/2021).

Permasalahan yang ditemui saat menciptakan SDM Unggul terletak pada ketersediaan referensi yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam menjalani keseharian. Sehingga, Perpusnas dinilai mampu untuk memegang peranan sebagai backbone, karena dapat menjangkau stakeholders dari berbagai lini kehidupan.

Menurut Arsal, paradigma baru tentang perpustakaan yang menjangkau masyarakat harus fokus kepada tiga hal yakni interface yang user friendly, referensi ilmu pengetahuan yang lengkap, dan kecepatan akses. Apabila ketiga hal tersebut diwujudkan, maka visi Presiden akan SDM Unggul dapat segera tercipta.

“Perpustakaan digital yang bisa dijangkau oleh masyarakat di mana pun berada memerlukan tiga hal tersebut yang berfokus kepada kebutuhan penggunanya. Apapun harus dilakukan untuk mencerdaskan bangsa,” ujar Arsal.

Sependapat dengan yang disampaikan, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengatakan bahwa Perpusnas akan mengangkat tema besar pada tahun 2022 yaitu Perpusnas Goes Digital 2022: To Build Digital Library Ecosystem. 

Pada masa mendatang, paradigma tentang perpustakaan berubah. Namun, apabila pustakawan tidak mampu memainkan perannya dalam penyediaan konten dan mengelola teknologi informasi sebagai medianya, maka tidak akan ada artinya. Untuk itu, Perpusnas harus memiliki konsep agar dapat diterima dan dimanfaatkan dengan mudah oleh masyarakat.

“Kita memiliki tugas untuk membuat mapping kebutuhan yang ada, dengan demikian akan terlihat mana yang menjadi prioritas. Ini adalah langkah awal untuk memastikan arah perjalanan digital Perpusnas sudah berada pada track-nya. Namun, masih diperlukan penyempurnaan dan peningkatan dari apa yang belum ada,” ungkap Syarif Bando.

Sementara itu, Pemeriksa Forensik Utama Puslabfor Bareskrim Polri, Muhammad Nuh Al-Azhar, mendeskripsikan Perpusnas pada zaman digital layaknya sebuah mobil. Pada prinsipnya mobil terdiri dari dua komponen utama, mesin dan bodi. Mesin di Perpusnas digambarkan sebagai desain manajemen informasi, sedangkan bodinya adalah platform digital yang dimiliki.

 

sumber: https://akurat.co









024241

Pengunjung hari ini : 25
Total pengunjung : 7194

Hits hari ini : 68
Total Hits : 24241

Pengunjung Online: 1





Apa Layanan Favorit Anda?

Bebas Pinjam
Pendaftaran
Tugas Akhir
Sirkulasi

Lihat Hasil Poling